Postingan

Menampilkan postingan dengan label opini dan pustaka

Teori rasa dalam Kitab Itihasa

Gambar
Oleh : I Wayan Astraguna sembahyang credit bali.tribunnews.com Pendahuluan Hindu merupakan agama yang universal dan Veda yang diyakini sebagai sumber ajaran Hindu memiliki kebenaran yang tidak perlu untuk di perdebatkan. Seperti dalam kutipan sloka Manawa Dharma Sastra XI.10 di ungkapkan bahwa : Srutistu wedo wijneyo dharma Sastram tu wai smerth, Te sarrtheswamimamsye tab Hyam dharmohi nirbabhau. Artinya: Sesungguhnya Sruti adalah Veda, demikian pula Smrti itu adalah dharma sastra, keduanya harus tidak boleh diragukan dalam hal apapun juga karena keduanya adalah kitab suci yang menjadi sumber ajaran Dharma. Dari sloka di atas dapat dipahami bahwa sesungguhnya ajaran-ajaran Hindu yang tertuang dalam kitab suci agama Hindu merupakan suatu ajaran kebenaran yang didalamnya mengandung banyak nilai-nilai filosofis. Dalam mengkomunikasikan ajaran Hindu, Veda digolongkan dengan beberapa bagian dan dua klompok besar Veda dinamakan dengan Sruti dan Smerti....

“Benih Dharma dari Para Pemikir Dunia” Indahnya Kehidupan Dalam Bingkai Persaudaraan (Vasudhaiva Kutumbakam)

Gambar
credit baliexpress.jawapost.com Banyak tokoh-tokoh dunia yang terkenal seperti Arthur Schopenhauer seorang Filsuf Jerman dan Arnold J Toynbee seorang sejarahwan terkemuka Inggris. Arthur Schopenhauer mengatakan bahwa ia mendapat pencerahan bagi hidupnya dan juga kematiannya dari Upanisad. Ia mengharapkan bangsa Barat dapat mengambil manfaat besar dari Upanisad. Begitu pula Toynbee mengajak seluruh dunia untuk berpaling ke India untuk mendalami pengetahuan dan filsafat keilmuan jika masa depan manusia hendak diselamatkan. “Pada saat yang sangat berbahaya dari sejarah manusia, satu-satunya jalan keselamatan adalah jalan kuno Hindu. Disini kita mempuyai sikap dan jiwa yang memungkinkan umat manusia untuk tumbuh bersama-sama didalam suatu keluarga tunggal. Toleransi dari agama Hindu diakui oleh Arnold J Toynbee ketika ia membaca kitab suci Veda (Bhagavad Gita dan Reg Veda) dan ia menemukan sloka yang memiliki makna begitu mendalam diantaranya: Reg Veda Mandala I Sukha 164...