Postingan

Menampilkan postingan dengan label opini nak belog

"PROSES KEMATIAN MANUSIA PADA CERITA SWARGAROHANA PARWA"

Gambar
credit google.com/wayangku.id Pertama harus kita sadari bahwa dalam ajaran agama Hindu sangat penting untuk menyadari bahwa di dalam dunia ini tidak ada yang bersifat kekal, semua akan menemukan kematian mengikuti hukum Rta yaitu stiti, upeti dan pralina yang kita kenal dengan Tri Kona atau tiga kemahakuasaan Tuhan. semua yang terlahir di dunia ini maka kematiannya adalah pasti, entah itu binatang, tumbuhan dan manusia. sebagai manusia ketika kita menyadari bahwa kematian adalah pasti, maka setidaknya kita bisa mempersiapkan diri secara spiritual dalam menyambut sebuah kematian.  sekarang mari kita bahas Bagaimana proses kematian yang dialami oleh manusia dikaji dari swargarohana parwa. secara filsafat kerohanian, pertama tama mari kita menggambarkan bahwa pandawa dan dropadi adalah simbol dari manusia materi. pandawa adalah simbol dari purusha atau dunia rohani dan dan dropadi adalah simbol dari dunia materi atau prakerti. manusia di dunia ini terikat oleh dunia...

korelasi teori Pierre Bordieu dengan isi sloka Saarasamuccaya 267

Gambar
sarasamuscaya credit bukalapak.com A. Itihasa merupakan sebuah epos besar dalam mengkomunikasikan ajaran agama hindu memlalui sebuah kejadian di masa lalu. Itihasa memiliki mengandung berbagai macam ajaran agama hindu. Itihasa terkenal dengan dua epos besar yaitu mahabharatha dan Ramayana di mana pada kedua cerita ini memiliki nilai luhur dalam sejarah umat manusia di dunia. Itihasa merupakan sebuah cerita yang tidak dapat di ragukan kebenarannya dan memang sudah seperti itu adanya. Begitu juga halnya dengan Purana, Purana merupakan cerita sejarah di masa lalu (cerita kuno). kata purana terdiri dari kata” Pura” yang artinya zaman kuno dan “ana” berarti mengatakan. Jadi purana adalah sejarah kuno. dalam definisi lain purana juga merupakan cerita yang berkaitan dengan dewa-dewa, raja-raja, dan Rsi-rsi. Yang dalam ajaran purana terdapat ajaran-ajaran agama. Maha Rsi Kautilya dalam kitabnya Arthasastra (1.5.14) yang membahas tentang itihasa menyatakan bahwa Purana dan Itivrtta dari...