“Benih Dharma dari Para Pemikir Dunia” Indahnya Kehidupan Dalam Bingkai Persaudaraan (Vasudhaiva Kutumbakam)

salaman
credit baliexpress.jawapost.com
Banyak tokoh-tokoh dunia yang terkenal seperti Arthur Schopenhauer seorang Filsuf Jerman dan Arnold J Toynbee seorang sejarahwan terkemuka Inggris. Arthur Schopenhauer mengatakan bahwa ia mendapat pencerahan bagi hidupnya dan juga kematiannya dari Upanisad. Ia mengharapkan bangsa Barat dapat mengambil manfaat besar dari Upanisad.

Begitu pula Toynbee mengajak seluruh dunia untuk berpaling ke India untuk mendalami pengetahuan dan filsafat keilmuan jika masa depan manusia hendak diselamatkan. “Pada saat yang sangat berbahaya dari sejarah manusia, satu-satunya jalan keselamatan adalah jalan kuno Hindu. Disini kita mempuyai sikap dan jiwa yang memungkinkan umat manusia untuk tumbuh bersama-sama didalam suatu keluarga tunggal.

Toleransi dari agama Hindu diakui oleh Arnold J Toynbee ketika ia membaca kitab suci Veda (Bhagavad Gita dan Reg Veda) dan ia menemukan sloka yang memiliki makna begitu mendalam diantaranya:

Reg Veda Mandala I Sukha 164 Mantram 46.
Ekam Sat Vipraaha Bahudhaa Vadanti
Artinya: Hanya ada satu kebenaran tetapi orang bijaksana menyebut-Nya dengan banyak nama.

Bhagavad Gita, IX.29
samo ham sarva-bhutesu
na me dvesyo sti na priyah
ye bhajanti tu mam bhaktya
mayi te tesu capy aham

Artinya: Aku adalah sama bagi semua mahluk, bagi-Ku tiada yang terbenci dan terkasihi, tetapi mereka yang berbhakti kepada-Ku dengan penuh pengabdian, mereka ada padaku dan aku ada pada mereka.



Bhagavad Gita, 7:21
Yo yo yām yām tanum bhaktah 
Śraddhayārcitu micchati,
tasya tasyācalām śraddhām 
tām eva vidadhāmy aham 

Artinya: Kepercayaan apapun yang ingin dipeluk seseorang, akan Aku perlakukan mereka sama dan Ku-berikan berkah yang setimpal supaya ia lebih mantap dalam bhaktinya.

Kaitannya dengan sloka dalam kitab suci Veda tersebutlah yang dijadikan pedoman oleh umat Hindu dalam menerapkan sikap toleransinya. Sehingga agama Hindu menjadi agama yang memiliki sikap toleransi yang tinggi terhadap agama-agama lainnya dengan landasannya adalah bahwasanya semua makhluk adalah sama dimata Tuhan dan itu ditegaskan didalam Veda. 

Ternyata disamping dua tokoh besar yang telah disebutkan diatas, banyak sekali tokoh-tokoh terkenal barat lainya yang tertarik memperoleh manfaat dari dan dipengaruhi cara berpikir dan karya-karya Hindu, terutama yang terkandung dalam Upanisad dan Bhagavad Gita.
Bahkan tidak ada yang menduga Friedrich Nietszhe seorang filsuf Jerman yang terkenal dengan ucapanya bahwa Tuhan telah mati, dan mengkritik keras kekristenan, ternyata juga terpengaruh oleh Upanisad dari gurunya Schopenhauer, ia percaya akan reinkarnasi.

Kemudian Joseph Campbell seorang mitologi Amerika Serikat yang terkenal juga mengatakan bahwa “ada satu perbedaan penting antara pemikiran Hindu dan pemikiran Barat. Dalam tradisi Biblikal, Allah menciptakan manusia, tetapi manusia tidak bisa berkata bahwa ia adalah suci didalam arti yang sama dengan Sang Pencipta, sementara didalam agama Hindu, semuanya adalah inkarnasi dari yang kuasa itu. Ibaratkan kita adalah percikan dari suatu api yang tunggal yang terdiam dalam setiap tubuh manusia (Atman). Dan kita semua adalah api. Agama Hindu percaya akan hadirnya Tuhan dimana-mana di dalam setiap individu.

Robert Z. Zaechner, merupakan sejarahwan terkemuka di Inggris mengatakan “di dalam keluarga agama-agama, agama Hindu adalah seorang ibu bijaksana yang mengetahui semuanya”. Pustaka suci Veda menyatakan kebenaran itu satu tetapi orang bijaksana menyebutkan dengan nama berbeda. Ia juga mengatakan apabila semua orang yang ada dimuka bumi ini dapat dan telah mempelajari pelajaran itu serta memahaminya, maka semua sejarah mengerikan dari perang-perang yang mengatasnamakan agama mungkin telah dapat dihindarkan. 

Dr. Toynbee, beliau merujuk pada konsep Hindu “Vasudaiva Kutumbakam, semua mahluk adalah bersaudara. Dr. Toynbee berpandangan apabila semua umat manusia telah dapat memahami konsep Hindu yang mengatakan bahwa “kita semua bersaudara” dan memberikan pemahaman tentang konsep tersebut kepada anak-anaknya/keturunannya kelak, maka umat manusia akan mampu tumbuh seebagai suatu masyarakat warga bertetangga yang saling menghormati satu sama lain. Satu langkah menuju satu keluarga tunggal sehingga dapat terciptanya ke-indahan suatu kehidupan dalam bingkai persaudaraan.

Sumber:
Londhe, Sushama. 2011. A Tribute to Hinduism. Bekasi: Media Hindu
Pudja, Gde. 2005. Bhagavad Gita Pancama Veda. Surabaya. Paramita Surabaya
Titib, Made. 1996. VEDA SABDA SUCI Pedoman Praktis Kehidupan. Surabaya. Paramita Surabaya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUTUR KUMARA TATTWA

"MENJADI PEMIMPIN YANG IDEAL DENGAN KONSEP ASTA BRATHA"

AIR SUCI (TIRTHA) DALAM AGAMA HINDU ( Kajian Filsafat Ilmu)