RANGKAIAN PELAKSANAAN HARI RAYA NYEPI
![]() |
| ogoh-ogoh credit bulelengkab.co.id |
Oleh : I Wayan Aastraguna
Nyepi sendiri berasal dari kata ‘Sepi’ yang berarti sunyi, senyap. Hari raya nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu yang dihitung berdasarkan penanggalan kalender Saka . hari raya nyepi dilaksanakan setiap tahun sekali oleh seluruh umat hindu di indonesia, waktu pelaksanaan Hari raya nyepi dihitung berdasarkan perhitungan kalender Hindu yang disebut Tahun saka yang dimulai sejak tahun 78 masehi. pada tahun 2020 ini, perayaan hari raya nyepi jatuh pada tanggal 25 Maret 2020, yang dan merupakan tahun caka ke 1942. Perayaan hari raya nyepi jatuh pada Tilem Kesanga. Perayaan hari raya nyepi di bali khususnya dilaksanakan dengan beberapa rangkaian upacara, adapun rangkaian pelaksanaan hari raya nyepi secara singkat diuraikan sebgai berikut:
Melasti/mekiyis/melis
Pelaksanaan melasti ini biasanya dilaksanakan di sumber air suci, biasanya bersumber dari air kelebutan, campuan, petirtan, danau, segara dan lain sebagainya. Makana pelaksanaan melasti ini adalah bertujuan untuk menyucikan Bhuana Alit (Diri Sendiri yang merupakan badan jasmani dan Rohani) dan juga Bhuana Agung (alam Semesta). Dalam sastra disebutkan bahwa : Apam napatam paritasthur apah artinya Air yang murni baik dan mata air maupun dan laut, mempunyai kekuatan yang menyucikan ( Rg Weda II. 35.3 ). Pelaksanaan melasti selain untuk melaksanakan persembahyangan dan nunas Tirta, juga dilaksanakan untuk menyucikan barang-barang sakral yang ada di pura dan juga pratima-pratima seperti barong, tapakan, senjata-senjata, dan sebagainya. Setelah melasti dilaksanakan, umat kembali lagi datang dan sembhayang ke pura masing-masing.
Tawur Kesanga/Mecaru
Tawur kesanga atau mecaru dilaksanakan sehari menjelang pelaksanaan hari raya nyepi itu sendiri, upacara ini biasanya dilaksanakan di masing-masing rumah dan perepatan agung dengan sarana banten Bhuta yadnya dengan menggunakan caru panca warna yang dipersembhakan kepada Bhuta raja, Bhuta kala dan Bhatara Kala. Persembahan ini sebagai simbol untuk menjaga keseimbangan alama semesta dan memberseihkan alam semesta dari pengaruh negatif bhuta kala. dan selanjutnya dilaksanakan pengerupukan yang biasanya di bali di warnai dengan Ngarak ogoh-ogoh yang di buat menyerupai Bhuta kala. Walaupun membuat ogoh-ogoh bukanlah esensial dari perayaan hari raya nyepi itu sendiri, namun sebagai uangkapan nilai rasa dan nilai estetika, umat hindu membuat gambaran bhuta kala dan di internalisasikan kedalam bentuk ogoh-ogoh, yang setelah selesai di Arak keliling kampung, ogoh-ogoh ini akan di pralina/dibakar sebagai simbol bahwa pengaruh negatif bhuana agung dan bhuana alit sudah dimusnahkan.
Puncak Acara Nyepi
Keesokan harinya pada Penanggal Pisan Sasih Kedasa (Tanggal 1 Bulan ke 10) setelah pelaksanaan Tawur Kesanga, tibalah hari raya nyepi yang sesungguhnya, perayaan hari raya nyepi ini dilaksanakan dengan menjalankan Catur Brata Penyepian. Dihari ini, semua aktivitas dihentikan selama dua puluh empat jam dengan menjalankan Amati Geni (Tidak Menyalahkan Api) , Amati Karya (tidak melakukan aktivitas seperti biasanya/tidak bekerja), Amati Lelanguan (tidak menikmati hiburan) dan Amati lelungan (tidak bepergian). Inilah catur brata penyepian yang wajib dilaksanakan oleh seluruh umat hindu pada pelaksanaan hari raya nyepi.
Ngembak Geni
Keeseokan harinya setelah pelaksanaan hari raya nyepi penanggal kalih sasih kadasa (tangggal 2 bulan ke 10) , maka dilaksanakanlah hari raya ngembak geni. Pelaksanaan hari raya ngembak geni ini dijadikan moment untuk Simakrama atau bermaaf-maafan dengan senak saudara, keluarga dan orang-orang disekitar kita. Dan juga sebagai ucapan rasa syukur atas semua Anugrah Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Inti dari kegiatan ini adalah Dharma Santhi yang nantinya diharapkan bahwa membuka lembaran baru di tahun baru saka ini dengan menumbuhkembangakan Tat twam asi dan hidup saling menyayangi dan senantiasa menjaga keharmonisan alam semesta.

Komentar
Posting Komentar